Rabu, 22 Juni 2016

Arsitektur Web dan Teknik Desain Informasi pada Web





 ABSTRAK

Arsitektur informasi merupakan langkah penting ketika seseorang atau sebuah organisasi akan membangun sebuah situs web. Arsitektur informasi akan memberikan arahan dan patokan dalam membangun web agar struktur rancangan dapat memenuhi aspek seperti lain form, fungsi, navigasi, interface, interaksi, visual, dan maksud informasi itu sendiri, yang akan dibangun dalam sebuah web. Namun banyak para desainer web yang mengabaikan hal ini karena dirasa menghambat, terlalu kaku,dan sulit menuangkan kreatifitas dalam mengembangkan web. Untuk itu dalam menembangkan sebuah web harus memenuhi dan mengikuti standar pengembangan,yang dalam hal ini diatur dalam arsitektur dan teknik desain informasi web. Pengembangan, perubahan,dan pemeliharaan akan menjadi mudah dan terstruktur, sehingga eksistensi web terjaga dan para browsertetap betah mengakses situs yang kita kembangkan.

PENDAHULUAN

Arsitektur informasi web merupakan struktur rancangan (desain) web agar dapat tersusun suatu informasi yang tepat (terorganisasi) dan mudah ditemukan isinya. Dimana struktur rancanganharus memenuhi beberapa aspek antara lain form,fungsi,navigasi,interface,interaksi,visual, dan maksud informasi itu sendiri, yang akan dibangun dalam sebuah web (www.usemod.com). Sepintas, definisi arsitektur informasi menyerupai definisi sebuah buku. Dimana sebuah buku adalah informasi yang isinya dibagi ataudiorganisasikan dalam suatu bab, dan bab-bab terdiri dari subbab-subbab yang ditunjukkanpada daftar isi. Namun arsitektur informasi web jelas berbeda dengan buku, perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

MATERI

Pemakai dan Perilaku Terhadap Informasi

Terdapat banyak model perbedaan ketika pengguna (user) memandang suatu informasi. Pemodelan kebutuhan pengguna dan kekuatan perilaku, harus tanggap tentang apa saja informasi yang diperlukan pengguna, berapa banyak informasi yang mencukupi mereka, dan bagaimana interaksinya.
Apa yang dilakukan user agar menemukan informasi ?. Tentunya mereka akan melakukan querypada sistem pencarian (search), menelusuri link-link, atau melalui perantaraan seperti e-mail, chating, dan sebagainya. Searching, browsing, danaskingmerupakan metode-metode untuk mencari dan menemukan, dan itu merupakan blokbangunan dasar dari perilaku pencarian informasi.

Anotomi Arsitektur Informasi

a)    Visualisasi Informasi

Visualisasi informasi tampilan yang nampak pada suatu halaman web dengan berbagai tata letak dan fiturnya. Visualisasi informasi begitu penting karena,pertama bahwa ada sesuatu yang baru (field) pada isi web hingga seseorang mengaguminya, dan kedua, bahwa field
adalah abstrak, dan bagaimana cara mendapatkannya informasi tersebut. Sebagai contoh bagaimana membagi halaman web menjadi sebuah baris atau kolom, bagaimana meletakkan menu-menu link atau navigasi,dimana dibuat search engine secara internal dan eksternal, menggunakan icon, dan sebagainya. Contoh : visualisasi halaman utama web site yahoo.

b)    Komponen Arsitektur Informasi

Sangat sulit untuk mengetahui dan menentukan komponenyang pasti dari sebuah arsitektur informasi, ini dikarenakan kebutuhan yang beragam dari sebuah bangunan web site. Namun demikian dapat memberikan alternative metode yang mengkategorikan arsitektur informasi yang terdiri dari petunjuk untuk melihat sesuatu (browsing), pencarian (searcing), content & tasks, dan “invisible” komponen.

Desain Arsitektur Web

Masalah desain web sebenarnya tidak ada aturan yang baku dalammberkreasi. Namun ada hal yang perlu diperhatikan sehingga sebuah web dapat memiliki materi yang sesuai dengan tujuan dan sasaran dari dibuatnya web itu sendiri. Perlu diingat bahwa setiap situs memiliki informasi yang pemakai butuhkan, dan kemudahan pengaksesannya adalah prioritas tertinggi. Ketika itu dapat diapresiasikan suatu situs grafik sangat indah dan menawan tata letaknya, situs itu dapat dikatakan gagal apabila pemakai tidak dapat mengakses situs itu, tidak dapat melihat grafik atau tidak mengerti bagaimana bernavigasi untuk mengakses dalam situs itu.

Ketentuan Perancangan Situs Web

Untuk merancang sebuah situs web beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebegai berikut :
Tujuan Jelas. Apakah tujuan membuat situs web di internet, apakah hanya ingin sekedar. tampil di web ? jika jawabnya "ya", tak lebih dari kebanyakan pemilik situs yang ada, dan tak perlu kagetjika situs berakhir dengan situs lain. Buatlah tujuan se-spesifik mungkin. Apa yang ingin dicapai dari situs web?
Bagaimana ingin menggunakan situs? apakah untuk menjual ? atau hanya sekedar memberi info! apa saja keuntungan bagi pengunjung situs?.

Indikator Desain Web yang berkualitas

Ukuran  kualitas  dihasilkan  dari  kekhasan atribut  yang  dimiliki  oleh  tampilan  Web  yang bersangkutan, sebagai sebuah sarana penyampai informasi,  dan  harapanpara  pengunjungnya.  Untuk maksud tersebut maka kriteria Situs agar berkualitas adalah sebagai berikut :
- Pertama, harus cepat. Kecepatan dalam memperoleh (akses) informasi dan downloadadalah kriteria desain utama yang dipenuhi.
- Kedua, usahakan pengunjung betah berada di situs. Caranya dengan membuat berbagai informasi di web mengikat pengunjung untuk tetap harus mengunjungi web.
- Ketiga, memiliki tujuan yang jelas, Isi halaman web harus relevan. Maksud dan tujuan dari halaman web harus tercermin dalam halaman isi web

Indikator Kesalahan Desain Web

Apabila diatas dijelaskan tentang indikator web yang berkualitas, maka beriktut ini terdapat indikator web yang tergolong sebagai kesalahan dalam sebuah desain web, yaitu:
-          Pertama, Penggunaan Frame. Pembelahan page menjadi sebuah atau beberapa frame memang membingungkan.
-          Kedua, Web Page Berteknologi Terkini. Takut dikatakan ketinggalan teknologi,
-          Ketiga, Kurangi teks berupa scrolling, Marquee,dan animasi berjalan. Akan memeperlambat akses.

Review Jurnal : 

Pada jurnal ini yang berjudul Arsitektur dan Teknik Desain Informasi pada web menjelaskan tentang langkah-langkah penting bagi seseorang maupun beberapa orang untuk membagun situs web agar dapat memenuhi segala stuktur aspek yang diperlukan. Namun banyak pembuat web yang mengabaikan ini, akibatnya tampilan web menjadi kaku dan sulit menambahkan kreatifitas yang dibutuhkan untuk dituangkan ke form web tersebut.
Bagian-bagian arsitekturnya terdapat visualisasi informasi, merupakan tampilan yang Nampak pada suatu halaman. Yang kedua ada komponen arsitektur informasi, merupakan alternatif petunjuk pada web.
Untuk merancang sebuah situs web beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu tujuan yang jelas dan spesifik untuk usernya. Untuk membuat web berkualitas yaitu memiliki kecepatan akses yang cepat agar pengguna yang memeliki kecepatan internetnya rendah bisa membukanya, kedua memiliki tampilan yang menarik, dan memiliki tujuan yang jelas dan konsisten. Terakhir ada kesalahan desain web yaitu pengunaan frame yang acak-acakan, terlalu banyak teknologi tinggi, dan terlalu banyak teks scrolling.

Kesimpulan

Ketika membangun web aturan dalam arsitektur dan desain informasi harus menjadi patokan dalam pengembangan. Sebab akan mempermudah dalammengembangkan, merubah, mencari, memodifikasi, dan memelihara web.  Desain yang tidak memenuhi aturan standar pengembangan web, akan menyulitkan disainer sendiri jika nantinya web harus dikembangkan menjadi sangat besar dan kompleks. Struktur pengembangan web yang baik harus memenuhi ketentuan perancangan yaitu tujuan harus jelas, tahu sasaran yang dituju, situs harus menarik, adanya susunan halaman yang runtut dan menata isi dengan cerdas, memetakkan desain dalam dokumen kertas, dan menguji situs secara menyeluruh. Hal tersebut akan menentukan indikator web yang berkualitas yang memenuhi aspek mudah dan cepat ketika diakses, penunjung jadi betah dan naman, memiliki tujuan yang jelas, informatif dan tepat waktu, eksistensi webterjaga dan tidak bermasalah ditengah jalan, serta aman untuk diakses.



DAFTAR PUSTAKA 

1. MCCormack C., Jones D., 1997, “Building a Web-Based Education System”, John Wiley & Sons, Inc. 2. Reed D., 2004, “Web Programming”,Spring, http://www.creighton.edu/~davereed/
3. Rosenfeld L. & Morville P., 2002, “Information ArchitectureFor the World Wide Web”, Second Edition
    O’Reilly.
4. Supriyanto A., 2005, “Pengantar Teknologi Informasi”, Salemba Empat, Jakarta.
5. http://designworld.master.web.id/
6. http://desktoppub.about.com/cs/basic/g/webdesign.htm
7. http://www.toekangweb.or.id
8. http://www.usemod.com/cgi-bin/mb.pl?InformationArchitecture, 2001



Tidak ada komentar:

Posting Komentar